Presean ini dilakukan oleh dua orang
lelaki Sasak yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan memakai
perisai sebagai pelindung yang terbuat dari kulit kerbau tebal yang
biasa disebut Ende. Pertarungan ini dipimpin oleh dua wasit. Yakni
Pakembar Sedi yaitu wasit yang berada di pinggi lapangan dan Pakembar
Tengaq, yaitu wasit yang berada di tengah lapangan. Selama pertarungan
berlangsung, masing-masing petarung atau pepadu saling menyerang dan
menangkis sabetan lawan dengan menggunakan Ende. Petarungan diadakan
dengan sistem 5 ronde. Pemenang dalam Presean ditentukan dengan dua cara
yaitu ketika kepala atau anggota badan salah satu petarung mengeluarkan
darah, maka pertarungan dianggap selesai dan pihak yang menang adalah
yang tidak mengeluarkan darah. Kedua, jika petarung sama-sama mampu
bertahan selama 5 ronde, maka pemenangnya ditentukan dengan skor
tertinggi. Skor didasarkan pada pengamatan pekembar sedi terhadap
seluruh jalannya pertarungan.
SUMBER
SUMBER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar